"Maka hari ini, hari ini tadi pagi saya sudah teken aturan baru untuk dana operasional itu adalah up to maksimal Rp 3.000, jadi tidak boleh lebih dari Rp 3.000. Maka selisihnya dikalikan dengan sisa hari sampai dengan akhir tahun, dikalikan jumlah yang kita kasih makan, maka penghematannya sekitar Rp 3 triliun lagi kita bisa hemat lagi," ucapnya.

Sudaryono mengatakan tak ingin APBN hanya habis untuk biaya operasional. Ia mengatakan total yang telah diefisiensi oleh BGN dalam 100 hari kepemimpinan sebesar Rp 44 triliun.

"Sehingga kalau diterus-teruskan Bapak-Ibu semua, ini APBN habis untuk operasional bukan untuk nasi, bukan untuk menunya. Ini unacceptable, harus dihentikan. Kemudian tadi disampaikan saldo VA fiktif tadi, saat dia dapurnya belum beroperasi tapi sudah ada rekeningnya sama pimpinan lama diisi. Totalnya adalah sekitar 414 atau kira-kira hampir Rp 500 miliar atau setengah triliun," ucap Sudaryono.

"Jadi total yang kita efisiensi dari uang rakyat adalah dalam waktu 100 hari ini, kami telah mengefisiensi uang rakyat totalnya adalah Rp 44 triliun. Apakah kami hentikan? Kami terus kami sisir," imbuhnya.