Kasus perempuan yang ditangani meliputi kekerasan fisik, psikis dan seksual. Jumlahnya terpaut sekitar 16 kasus dibandingkan kasus kekerasan terhadap anak yang mencakup kekerasan fisik, psikis, seksual dan penelantaran.
"Di tahun 2026 sampai bulan Agustus ini terbalik. Lebih condong ke kasus kekerasan perempuan, mulai fisik, psikis dan seksual," jelasnya.
Sementara berdasarkan wilayah atau kecamatan menunjukkan pola kasus yang berubah setiap tahun. Namun, Kecamatan Kedungkandang kembali menjadi wilayah dengan kasus tertinggi pada 2026.
Pada 2024, Kedungkandang mencatat 26 kasus dan menjadi wilayah dengan kasus terbanyak. Setelahnya, disusul Blimbing, Sukun, Lowokwaru, dan Klojen sebagai wilayah dengan kasus paling rendah, yakni tujuh kasus.
Tren berubah pada 2025. Kecamatan Sukun menjadi wilayah dengan kasus tertinggi dengan 47 kasus. Kedungkandang berada di posisi kedua dengan 32 kasus, disusul Klojen dan Blimbing. Sementara Lowokwaru menjadi kecamatan dengan kasus paling rendah, yakni 18 kasus.
Memasuki 2026 hingga Agustus, Kedungkandang kembali menduduki posisi pertama dengan 39 kasus. Setelahnya terdapat Sukun, Blimbing, dan Lowokwaru. Sedangkan Klojen menjadi kecamatan dengan kasus paling rendah dengan tujuh kasus.
"Untuk tahun 2026 sampai Agustus ini, tertinggi dipegang Kedungkandang 39 kasus, kemudian Sukun, Blimbing, Lowokwaru dan terendah Klojen tujuh kasus," bebernya.
Sailendra menambahkan, persoalan kekerasan dan penelantaran tidak berdiri sendiri. Untuk penanganan yang dilakukan, terdapat sejumlah persoalan yang kerap menjadi pemicu.
Yaitu faktor ekonomi menjadi salah satu penyebab. Di luar itu, adanya perselisihan keluarga yang berlangsung berkepanjangan.
Disusul kemudian persoalan judi online, serta perselingkuhan juga menjadi faktor yang ditemukan dalam kasus-kasus yang ditangani.
"Biasanya masalah keluarga, ekonomi. Kondisi ekonomi biasanya gitu, atau orang tuanya bercerai," tambahnya.
Dengan masih tingginya angka kasus kekerasan tidak serta-merta menunjukkan Kota Malang gagal mempertahankan predikat Kota Layak Anak.