Para santri nantinya akan mengikuti kelas pembelajaran atau sit-in selama dua hari penuh di sekolah mitra. Mereka berkesempatan melihat, mempraktikkan, dan menganalisis langsung proses kegiatan belajar mengajar di sana. Sistem pendidikan lintas negara ini diharapkan bisa diserap dengan baik oleh seluruh peserta.
Selain urusan akademik, delegasi Almatera turut mengemban misi khusus diplomasi budaya Indonesia. Mereka siap menyajikan perpaduan ketangkasan jurus Tapak Suci dan kedisiplinan kepanduan Hizbul Wathan. Penampilan ini akan disempurnakan dengan pesona Tari Saman yang dipadukan harmonis dengan kebudayaan Madura.
Sebagai informasi, Almatera terus berupaya membuka ruang bagi calon generasi penerus dengan membuka penerimaan santri baru sejak 1 Agustus 2026. Pondok pesantren ini telah merancang berbagai kelas unggulan mulai dari Tahfidz hingga Ristek dan Teknosains. Fasilitas pengembangan diri lainnya juga tersedia melalui kelas khusus Literasi serta Desain Komunikasi Visual (DKV).