Cucian yang ditaruh di jemuran tanpa diambil-ambil setelah mencuci akan membuat rumah terlihat semakin berantakan. Dalam kebiasaan menjaga rumah tetap rapi, kondisi tersebut dipercaya bisa membuat pekerjaan semakin menumpuk dan membawa rasa malas dalam menjalani aktivitas karena ketika mau mencuci melihat jemuran sudah ada cucian.
Menunda membersihkan dan mengeluarkan isi koper sampai kotor dipercaya dapat membuat suasana rumah terasa tidak nyaman. Selain itu, debu dan kotoran yang menumpuk juga bisa memengaruhi kebersihan serta kenyamanan penghuni.
Pakaian yang dibiarkan terlalu penuh dipercaya membawa suasana buruk karena rumah menjadi tidak rapi. Sebab secara praktis, kondisi ini juga dapat merusak lemari.
Dilansir laman Red Lotus Letter, ada sejumlah kondisi di rumah yang dipercaya dapat merusak fengsui dan membawa energi kurang baik. Berikut beberapa di antaranya:
Dalam fengsui, benda atau gambar yang menggambarkan kesedihan, kekerasan atau hal negatif dipercaya dapat memengaruhi energi rumah. Karena itu, benda yang dipajang sebaiknya memberikan kesan positif bagi penghuni.
Sepatu dianggap membawa energi dari luar rumah. Jika dibiarkan berserakan, kondisi tersebut dipercaya dapat membawa energi yang kurang baik masuk dan menyebar ke dalam rumah.
Bau tidak sedap dipercaya menjadi tanda adanya energi yang kurang baik di dalam rumah. Dalam fengsui sumber bau sebaiknya dicari dan dihilangkan, bukan sekadar ditutupi dengan pengharum ruangan.
Menyimpan barang berantakan di dalam laci, lemari atau gudang bukan berarti masalahnya hilang. Dalam fengsui tumpukan barang yang tidak tertata dipercaya tetap dapat menghambat aliran energi di rumah.
Barang ilegal atau benda yang dianggap memiliki energi negatif dipercaya dapat membawa pengaruh buruk bagi rumah dan penghuninya. Karena itu benda semacam ini tidak disimpan di dalam rumah.