Sebagai langkah awal, granat dimasukkan ke peti berisi pasir. Bagian sumbunya dibungkus material peredam benturan. Setelah dinyatakan steril dan aman, granat dipindahkan ke Gudang Logistik Polres Malaka.Kapolda NTT Irjen Rudi Darmoko melalui Kabid Humas Kombes Henry Novika Chandra mengapresiasi langkah Manus. Ia mengatakan, langkah tersebut sangat penting untuk menjaga keselamatan masyarakat dan mencegah terjadinya kecelakaan maupun penyalahgunaan benda-benda berbahaya."Bapak Kapolda NTT mengapresiasi kesadaran dan keberanian warga yang telah menyerahkan granat, amunisi, serta perlengkapan persenjataan kepada pihak Kepolisian. Langkah tersebut sangat penting untuk menjaga keselamatan masyarakat dan mencegah terjadinya kecelakaan maupun penyalahgunaan benda-benda berbahaya," jelas Henry.Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mencoba-coba menangani sendiri benda berbahaya sehingga tidak terjadi hal yang diinginkan."Apabila masyarakat menemukan benda yang diduga merupakan granat, amunisi, bahan peledak, atau perlengkapan persenjataan lainnya, jangan disentuh, jangan dipindahkan, dan jangan mencoba memeriksa atau membongkarnya sendiri. Segera menjauh dari lokasi dan laporkan kepada pihak kepolisian terdekat," imbaunya.
Henry juga meminta warga yang masih menyimpan benda serupa, baik hasil temuan maupun warisan, segera melapor."Kami mengimbau masyarakat untuk tidak menyimpan benda-benda berbahaya tersebut di rumah. Serahkan kepada pihak kepolisian sehingga dapat dilakukan penanganan sesuai prosedur dan standar keselamatan. Keselamatan masyarakat adalah yang utama," urai Henry.