Koordinator Penanganan Bencana BPBD Kabupaten Brebes Posko Bumiayu, Budi Sujatmiko, mengatakan, pihaknya langsung mengupayakan evakuasi setelah mendapat informasi dari warga. Apalagi ada laporan masuk masih ada korban lain akibat kejadian ini.

"Keduanya masih anak-anak. Saat kejadian sedang tertidur di dalam rumah yang tertimpa material gedung Hogwan. Kami langsung ke lokasi, evakuasi material sekaligus mencari kemungkinan adanya korban lain," kata Budi di lokasi kejadian, Minggu (30/8/2026).

Budi menambahkan, dua korban meninggal dunia telah ditemukan. Sementara, untuk membersihkan puing-puing bangunan, BPBD Brebes sudah mendatangkan alat berat.

Terpisah, Plt Camat Bumiayu, Hendra Pradistyo, mengatakan bangunan roboh merupakan bangunan pabrik tepung tapioka pada zaman kolonial Belanda. Dibangun sekitar tahun 1920 bangunan ini diberi nama Gedung Hogwan. Namun karena tak terpakai, warga memanfaatkan bangunan itu sebagai tempat olahraga badminton.