Minal Tijssen dan Meena Geltink pertama kali bertemu saat remaja dan kemudian menjalin persahabatan. (Meena Geltink)

Pada 2017, Meena menghadiri sebuah pertemuan lain yang diikuti para anak adopsi asal India.

Di sanalah ia pertama kali mendengar tentang tes DNA, dan memutuskan untuk berpartisipasi.

Namun selama hampir satu dekade, ia tidak menemukan kecocokan apa pun. Awal tahun ini, Meena bahkan menghapus aplikasi tersebut dari telepon genggamnya karena kehabisan ruang penyimpanan.

"Pada 20 Mei, saya menerima pesan di Facebook dari Minal. 'Masih ingat saya?' katanya. Saat berkunjung ke Belanda untuk menemui orang tuanya pada April, ia menjalani tes DNA. Ia juga menyertakan tangkapan layar hasil tesnya.

"Saya kemudian memasang kembali aplikasinya. Saya begitu gugup sampai salah memasukkan kata sandi 10 kali sebelum akhirnya berhasil masuk."

Hasilnya, mereka mendapatkan "kecocokan 100%".

"Saya memiliki seorang 'saudara kandung penuh', yang berarti kami memiliki ibu dan ayah kandung yang sama."

"Rasanya seperti mendapat suntikan adrenalin. Saya menangis. Minal adalah kepingan teka-teki yang hilang dan sudah lama saya cari. Kami selama ini saling memanggil saudari. Hasil tes DNA ini mengonfirmasi bahwa intuisi kami selama ini memang benar."

Kedua sahabat lama itu akhirnya bertemu kembali, kali ini sebagai saudari kandung, di sebuah taman pada suatu hari yang cerah di Agustus.

"Luar biasa. Rasanya seperti pulang ke rumah. Selama bertahun-tahun, saya dan Minal merasa ada ruang kosong besar di hati kami. Kini rasanya kami telah menjadi utuh. Segalanya terasa sebagaimana mestinya," kata Meena.

Dalam laporannya mengenai "reuni emosional" tersebut, Reuters menulis bahwa "air mata, pelukan, dan tawa mewarnai pertemuan mereka", yang kemudian diakhiri dengan swafoto pertama mereka bersama.

Minal, 44 tahun, yang tinggal di Prancis bersama pasangan dan dua putranya, mengatakan kepada Reuters bahwa ketika menerima hasil tes DNA pada April lalu, ia awalnya tidak menyadari bahwa kecocokan tersebut adalah gadis remaja yang pernah begitu dekat dengannya saat mereka pertama kali bertemu 30 tahun lalu.

Baru setelah melihat foto-foto Meena di media sosial, ia menyadari siapa orang tersebut.

"'Mina: Saudara perempuan.' Saya tidak percaya. Kami sudah berteman sebelum kami tahu bahwa kami bersaudara. Kami sebenarnya bersaudara sepanjang waktu itu, hanya saja kami tidak mengetahuinya," katanya.

Meena dan Minal melihat foto-foto mereka saat masih remaja. (Reuters)