Sebelumnya, tepatnya pada Senin (2/11) waktu setempat, AS melancarkan serangan terhadap Pulau Qeshm, yang diklaim oleh seorang pejabat Washington sebagai "serangan defensif" dan tidak menandai dimulainya kembali operasi militer berskala besar.
Menurut sejumlah pejabat Washington, yang dikutip Wall Street Journal (WSJ) dalam laporannya pada saat itu, serangan terhadap Pulau Qeshm itu merupakan rangkaian serangan terbatas yang dilancarkan secara diam-diam oleh AS terhadap Iran dalam beberapa pekan terakhir.
Serangan semacam itu, sebut seorang pejabat AS lainnya yang dikutip WSJ, merupakan "langkah defensif" sebagai respons atas tindakan Iran yang menggunakan rudal darat-ke-udara untuk menargetkan aset-aset AS di kawasan Timur Tengah.
Laporan WSJ menambahkan bahwa AS memang tidak secara terbuka mengumumkan serangan-serangan itu, agar tidak memberikan sinyal adanya niat untuk melanjutkan operasi tempur berskala besar.
Ditanya Soal Serangan Rudal di Qeshm, Trump Sebut 'Serangan Kecil'