Joko menyatakan, anaknya dan temannya segera lari, termasuk pedagang angkringan dan warga lain yang jajan. Motor anaknya yang tertinggal dirusak.
"Semua lari, termasuk bakul angkringan dan motor anak saya dirusak. Saya periksakan ke RSUP Tegalyoso," papar Joko.
Anaknya, sebut Joko, hanya dirawat jalan meskipun sebenarnya diminta rawat inap oleh dokter karena pusing serta muntah.
"Motor anak saya dirusak dengan sajam, sebelah kiri pecah semua. Warungnya angkringan tidak dirusak," sambung Joko.
Para pelaku, kata Joko, diyakini merupakan pelaku yang beraksi di Jimbung dan RSI sebab waktu dan lokasinya berurutan.
"Sama pelakunya, jamnya berurutan, videonya CCTV juga ada, sudah saya adukan ke Polresta. Para pelaku meneruskan ke arah Solo, infonya juga ribut di Penggung," imbuh Joko.
Pantauan NadiKabar di lokasi, lokasi angkringan yang diserang jaraknya dengan gudang kargo yang juga diserang sekitar 300 meter. Posisi warung di lajur ke arah Yogyakarta.
Saat dimintai konfirmasi soal adanya korban, Kasi Humas Polresta Klaten AKP Suwoto menyatakan belum mengetahui. "Belum ada laporan, kita cek. Atau mungkin ke Polsek Ceper, " kata Suwoto saat dihubungi NadiKabar.