Berbeda dengan penelitian Nur Huda yang berfokus pada kulit tubuh, Shania mengkaji pengelolaan ketombe pada kondisi berhijab melalui penelitian berjudul Managing Dandruff Under Hijab-Wearing Conditions: Clinical and Antimicrobial Evaluation of a Piroctone Olamine-Botanical Amino Acid-Based Shampoo.

Penelitian tersebut menggunakan pendekatan clinical evaluation dan antimicrobial evaluation untuk mempelajari pengelolaan ketombe pada kondisi berhijab menggunakan formula sampo berbasis piroctone olamine dan botanical amino acid, dengan perhatian pada aspek ilmiah yang berkaitan dengan kondisi kulit kepala dan ketombe.

"Sebagai peneliti, kami mencoba melihat kebutuhan pengguna bukan hanya dari apa yang terlihat, tetapi juga memahami konteks di baliknya. Kondisi berhijab menjadi salah satu konteks yang menarik untuk dipelajari secara ilmiah agar kami dapat terus memperluas pemahaman mengenai kebutuhan kulit kepala dan bagaimana pendekatan perawatan dapat dikembangkan secara lebih relevan," ucap Shania.

Sementara itu, Nurani meneliti penggunaan pelembap soothing dalam mendukung pemulihan kulit setelah tindakan dermatologis seperti picosecond laser dan chemical peeling. Fokus tersebut juga merefleksikan kebutuhan pada kategori perawatan kulit sensitif dan pemulihan kulit yang dikembangkan melalui Wardah Derma Sensitive Skin Rescue Moisturizer

Melalui penelitian berjudul Clinical Evaluation of a Post-Procedural Soothing Moisturizer in Supporting Skin Recovery Following Picosecond Laser and Chemical Peeling Treatments, ia mengevaluasi penggunaan post-procedural soothing moisturizer dalam mendukung pemulihan kulit setelah kedua prosedur tersebut.

"Penelitian ini berangkat dari keinginan untuk memahami kebutuhan kulit setelah prosedur dermatologis. Melalui evaluasi klinis, kami mempelajari bagaimana pelembap yang menenangkan dapat mendukung proses pemulihan kulit setelah tindakan seperti picosecond laser dan chemical peeling," tutur Nurani.