NADIKABAR.COM — Sebanyak 320 pengungsi asal Desa Nangadhero dan Marapokot, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), dipulangkan ke rumahnya masing-masing, Minggu (30/8/2026).
Mereka selama ini mengungsikan diri di pos pengungsian terpadu Paroki Yesus Karahiman Ilahi Aeramo. Acara pelepasan resmi ini dipimpin oleh Wakil Bupati (Wabup) Nagekeo Gonzalo Gratianus Muga Sada, Wakapolres Nagekeo Kompol Made Mudana, BNPB, TNI, hingga tokoh agama.
"Memang hari ini ada pemulangan pengungsi secara resmi di pos pengungsian terpadu Paroki Yesus Karahiman Ilahi Aeramo sebanyak 320 jiwa," ujar Wakil PIC Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Nagekeo, Hendry, seusai acara pelepasan, Minggu.
Hendry menjelaskan sebelum pemulangan, sejumlah instansi telah menggelar rapat bersama di posko utama BPBD Nagekeo terkait langkah-langkah yang diambil setelah memasuki minggu ketiga ini, gempa susulan sudah mulai berkurang.
"Sehingga imbauannya masyarakat bisa kembali ke desanya masing-masing," jelas Hendry.
Menurut Hendry, masyarakat dua desa itu juga bersepakat dan punya keinginan untuk pulang ke rumahnya agar bisa bertani, nelayan dan usaha lainnya. Di lain sisi, Hendry menyebut kebutuhan logistik semuanya terpenuhi.
"Dukungan logistik sampai dengan saat ini masih tercukupi. Kemudian dukungan donasi di posko utama Halim saja masih banyak stok di sana," beber Hendry.
Ia mengatakan dukungan logistik dan donasi itu menggunakan anggaran DSP BNPB, sehingga diyakini logistik bagi pengungsi di Nagekeo terpenuhi. Kemudian langkah yang diambil saat ini adalah menyalurkan logistik ke tujuh kecamatan yang ada di Nagekeo.
"Kami dari BNPB juga akan melihat langsung bagaimana kondisi di lapangan kalau belum terpenuhi, maka segera kami salurkan," pungkas Hendry.