"Tadi kan dari Dinas Kesehatan juga cek juga secara prosedur dicek bahwa ini hanya keterlambatan untuk dimakan," tegasnya.

Seandainya pun dapurnya harus dihentikan sementara, pihaknya akan legawa dan menerima kenyataan. Namun, hal itu tak wajar jika hasil uji laboratorium dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) belum keluar.

"Tapi ada ketidakwajaran sekarang gimana? Belum-belum. Hasilnya kan belum. Apa dia keracunan, apa dia sakit perut, apa-apa, belum," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Lombok Tengah, dr. Mamang Bagiansyah, belum merespons pertanyaan NadiKabar mengenai hasil uji laboratorium sampel MBG yang telah diamankan.

Badan Gizi Nasional (BGN) telah meminta maaf atas keracunan yang menimpa ratusan siswa di Lombok Tengah. BGN juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam penanganan para korban.

"Pertama-tama kami perlu menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini, permohonan maaf kepada adik adik, anak anak kita yang terdampak, termasuk para keluarga/wali murid, dan pihak sekolah," kata Kepala Regional (Kareg) BGN Nusa Tenggara Barat (NTB), Eko Prasetyo, Jumat.