"Dan saya sedang bergerak ke Puskesmas Bagu dan Puskesmas Pringgarata untuk memastikan penanganan dari anak-anak kita ini, nanti saya ke Aik Darek dan Mantang juga," ujarnya.

Firman belum bisa menjelaskan secara detail penyebab para siswa diduga mengalami keracunan. Menurutnya, Satgas dan petugas dari Badan Gizi Nasional (BGN) saat ini masih fokus menangani para korban.

"Jadi kami belum bisa laporkan lebih banyak. Sebagian besar sudah pulang, ini saya mau pastikan dulu berapa yang masih tersisa dan memastikan penanganan dulu," tegasnya.

Ia juga belum bisa memastikan langkah yang akan diambil terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) penyalur MBG tersebut. Satgas belum membentuk tim investigasi untuk mengungkap penyebab keracunan maupun menentukan sanksi yang akan diambil.

"Iya kita fokus ke penanganan korban dulu. Untuk soal investigasi dan lain-lain nanti ada sesi tersendiri ya," pungkasnya.