Kerusakan lahan bervariasi dari kategori ringan hingga berat. Tanaman padi menjadi komoditas yang paling parah terdampak di seluruh kecamatan. Sementara tanaman jagung terdampak di Kecamatan Pekutatan, yakni 4 hektare di Subak Air Satang, Desa Medewi, dan 1 hektare di Subak Pangkung Serangsang, Desa Gumbrih.
Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana bersama BPBD, PLN, Balai Wilayah Sungai (BWS), Bank Indonesia, Korem 163/Wirasatya, dan Kejaksaan Negeri Jembrana telah melakukan penanganan pada lahan seluas 125,85 hektare. Upaya dilakukan dengan memaksimalkan dan menambah sumur bor.
"Solusi utama yang diterapkan di lapangan untuk menangani kekeringan ini adalah dengan memberlakukan sistem pergiliran air secara ketat, serta memaksimalkan pemanfaatan fasilitas sumur bor yang telah tersedia di masing-masing subak," jelas Eka Arta.