Kebutuhan tersebut diperkirakan semakin besar seiring dengan rencana pemerintah mengembangkan pembangkit listrik tenaga surya hingga 100 GW. Saat ini kapasitas listrik nasional berada di sekitar 88 GW, sedangkan kapasitas produksi panel surya dalam negeri telah mendekati 11 GW.

Untuk mengejar kebutuhan tersebut, Program Pelatihan Vokasi Nasional 2026 menargetkan sekitar 340.000 peserta. Sebanyak 70.000 peserta berasal dari alokasi APBN existing, sedangkan 270.000 peserta lainnya berasal dari stimulus ekonomi semester II 2026.

Adapun hingga Agustus 2026, sebanyak 89.337 peserta telah mengikuti pelatihan, sementara Batch IV dilaksanakan secara serentak dengan jumlah 12.128 peserta.

"Jadi Bapak Presiden ingin agar ini skalanya besar termasuk untuk vokasi ini, maka tentu ke depan kita harus memanfaatkan seluruh fasilitas yang dimiliki tidak hanya oleh Pemerintah pusat, Pemerintah daerah, tetapi juga kalangan industri," terang Airlangga.