NADIKABAR.COM — Kylian Mbappe menghadapi sejumlah konsekuensi setelah 'meramaikan' dunia maya soal meme Mao Zedong yang memicu kontroversi di China.

Persoalan tersebut tidak hanya berdampak pada hubungan komersial sang pemain, tetapi juga merembet ke liga Spanyol.

Kontroversi bermula ketika Mbappe membicarakan meme yang menampilkan wajahnya disunting ke gambar yang merujuk pada Mao, pendiri Republik Rakyat China. Mbappe menyebut meme tersebut sebagai salah satu yang paling membuatnya tertawa

Pernyataan itu memicu reaksi karena candaan mengenai Mao dianggap sensitif di China. Mbappe kemudian menyampaikan permintaan maaf dan mengakui komentarnya tidak tepat.

Berikut lima dampak kontroversi meme Mao Zedong terhadap Mbappe dan dunia sepak bola.

1. Kontrak Sponsor Senilai Rp110 Miliar Terdampak

Kontroversi meme Mao Zedong membuat Kylian Mbappe kehilangan kerja sama dengan dua merek asal China, yakni Dongpeng melalui merek minuman Bushuila dan perusahaan produk susu Mengniu. Menurut laporan Time Magazine mengutip dari Le Monde, nilai kedua kontrak tersebut diperkirakan mencapai 50 juta yuan atau sekitar Rp110 miliar.

2. Iklan yang Menampilkan Mbappe di China Ditarik

Kontroversi tersebut juga berdampak pada kemunculan Mbappe dalam iklan. Menurut laporan Reuters yang mengutip media China, iklan yang menampilkan pemain timnas Prancis itu telah dihapus.

Padahal Mbappe sebelumnya menjadi wajah promosi sejumlah produk di negara tersebut. Situasi ini memperlihatkan risiko komersial yang muncul ketika figur olahraga terlibat kontroversi di pasar internasional.

3. Siaran Pertandingan La Liga di Televisi China Dihentikan

Dampak berikutnya meluas ke kompetisi yang diikuti Mbappe. Televisi pemerintah China menghentikan siaran pertandingan dan acara La Liga yang melibatkan Mbappe.

4. Presiden La Liga Meminta Maaf kepada Penggemar di China

Presiden La Liga, Javier Tebas, turut menyampaikan permintaan Maaf atas pernyataan Mbappe yang menimbulkan ketersinggungan di China. Tebas mengatakan komentar tersebut disampaikan atas nama pribadi dan tidak mewakili LaLiga.

"Saya menyesali rasa tersinggung yang ditimbulkan Kylian Mbappe di kalangan penggemar Tiongkok. Komentar-komentar tersebut disampaikan atas nama pribadi dan tidak mewakili La Liga," ujar Tebas, dikutip dari The Straits Times.

5. Reputasi Mbappe menjadi sorotan publik China

Kontroversi itu turut memicu kritik di media sosial China, Weibo. Pada Selasa (27/10), empat topik terkait Mbappe masuk dalam 10 pencarian terpopuler di platform tersebut. Sejumlah pengguna bahkan meminta agar Mbappe masuk daftar hitam dan nilai komersialnya ditekan.

Mbappe telah meminta maaf dengan mengakui komentarnya tidak tepat dan menyakiti banyak orang di China maupun komunitas China di seluruh dunia, namun respons publik menunjukkan bahwa permintaan maaf tersebut belum tentu langsung mengakhiri polemik.