Perempuan di Desa Adat Sade wajib memiliki kepiawaian menenun kain khas Lombok sebelum melangkah ke jenjang pernikahan. Keahlian ini diwariskan secara turun-temurun untuk menjaga kelestarian kain tenun ikat dan songket.

Prosesi pernikahan warga lokal mengusung tradisi merarik, yaitu melarikan calon pengantin wanita sebelum prosesi pelamaran resmi dilakukan. Tradisi ini dipandang sebagai bentuk kesatriaan dan penghormatan kepada pihak keluarga perempuan.

Terdapat sebuah pohon nangka tua yang dijuluki 'Pohon Cinta'. Konon, pohon ini menjadi titik kumpul para pemuda dan pemudi Sade saat sedang memadu kasih atau merencanakan prosesi merarik.