"Metodologi dan materi pelaksanaan magang menggunakan dua skema, yaitu pembekalan materi dan studi kunjungan (study visit), serta praktik langsung (on the job training)," jelas Destry.
Dia menambahkan, KDKMP diharapkan mampu menjadi ruang bersama untuk mengonsolidasikan berbagai potensi ekonomi desa. Dengan pengelolaan yang sehat, koperasi dinilai dapat memperkuat perekonomian desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Kegiatan magang ini telah berakhir, namun perjalanan memajukan KDKMP baru saja dimulai. Terapkan pengalaman yang diperoleh, hadirkan inovasi, dan bangun koperasi yang kuat, modern, serta bermanfaat nyata bagi masyarakat," tuturnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Perkoperasian Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Lamongan, Yusup Efendi, mengatakan Lamongan menjadi daerah dengan jumlah KDKMP terbanyak yang telah terbangun secara fisik.
"Sebanyak 317 unit KDKMP telah terbangun secara fisik di Lamongan. Dari jumlah tersebut, tahap pertama sebanyak 90 unit telah mulai beroperasi," kata Yusup.
Menurutnya, banyaknya KDKMP yang dibangun di Lamongan menjadi tantangan tersendiri, terutama dalam hal kesiapan pengurus menjalankan operasional koperasi.
Dia mengakui masih terdapat sejumlah kendala di lapangan meski bangunan koperasi telah berdiri. Namun, respons masyarakat terhadap keberadaan KDKMP disebut cukup positif.