"Stadion yang penuh di Jakarta seharusnya menjadi inspirasi untuk bermain. Saya rasa hal itu sama sekali bukan masalah. Kami sudah terbiasa bermain di bawah tekanan. Kualitas lapangan juga bagus, jadi kami memiliki segala kesempatan untuk memainkan bola," kata Igor.
"Kami harus menganalisis babak pertama, mengapa kami tidak bisa melakukannya," sambungnya.
Igor justru melihat perbedaan besar dalam permainan Persib setelah turun minum. Ketika para pemain mulai berani mengambil inisiatif hingga melakukan pressing, organisasi permainan Maung Bandung mulai terlihat.
"Namun di babak kedua, ketika kami menunjukkan tekad, keberanian, organisasi permainan, dan memperlihatkan apa yang sebenarnya ingin kami mainkan, itu membuktikan bahwa kami mampu mendatangkan banyak masalah bagi Persija, bahkan di kandang mereka sendiri," ucapnya.
Bagi Igor, permainan pada babak kedua tersebut harus menjadi gambaran bagaimana Persib seharusnya tampil. "Dan itulah cara bermain yang harus kami terapkan untuk pertandingan-pertandingan berikutnya," ujarnya.