Luas area terdampak Karhutla di Gemala Sari diperkirakan telah mencapai 85 hektare. Luasan tersebut menuntut penanganan yang ekstra sabar dan teliti. Petugas tidak hanya memburu kobaran api aktif, melainkan harus melakukan proses pendinginan (wetting) secara intensif untuk menyiram bara di bawah permukaan.

Berdasarkan pemantauan hingga Selasa pagi pukul 06.00 WIB, wilayah hukum Polres Kepulauan Meranti mendeteksi satu titik api (fire spot) dengan intensitas medium yang tersisa di Desa Gemala Sari, tepatnya pada koordinat 0°55'12.22" N, 102°58'59.16" E. Secara umum tidak ditemukan hotspot baru dan cuaca dilaporkan cerah.

Perjuangan di lapangan dilaksanakan secara bergotong royong. Kapolres dan jajarannya bahu-membahu bersama Masyarakat Peduli Api (MPA), tim dari PT SRL, PT NSP, serta warga setempat. Bagi seluruh tim, ancaman terbesar saat ini adalah bara tersembunyi yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

"Kita tidak hanya mengejar api yang terlihat. Pendinginan juga harus dilakukan supaya bara di bawah gambut tidak kembali menyala," pungkas AKBP Gede.