Para korban terdiri dari 54 warga negara Spanyol dan 15 warga negara asing, yang terdiri dari empat warga Amerika Serikat, dua warga Australia, dua warga Jepang, serta masing-masing satu orang dari Argentina, Kanada, Prancis, Meksiko, Portugal, Tunisia, dan Republik Ceko.

Kecelakaan ini merupakan tabrakan kereta cepat kedua di Spanyol tahun ini dan memicu pertanyaan baru mengenai keselamatan perkeretaapian di negara tersebut, menyusul kecelakaan di wilayah Andalusia, Spanyol selatan, pada bulan Januari yang menewaskan 46 orang.