Ervan membantah adanya tekanan agar Novrinia datang seorang diri atau langsung menghapus video, dan menyebut saran untuk menghapus video hanya disampaikan jika kedua pihak telah sepakat dan saling memaafkan.

"Teman-teman menyampaikan tujuan kumpul di kantor untuk mediasi mencari titik tengah. Kalau sepakat dan saling memaafkan, disarankan bisa me-take down video agar tidak makin ramai. Jadi bukan menekan," jelas Ervan.

Ervan membantah pihak kelurahan pernah melarang Novrinia datang bersama suaminya dalam proses mediasi, setelah Novrinia disebut menyampaikan bahwa dirinya baru bisa hadir apabila didampingi suami yang saat itu masih bekerja.

Pihak kelurahan kemudian disebut memberikan kesempatan agar Novrinia datang pada hari berikutnya bersama suaminya, sehingga Ervan menilai informasi bahwa Novrinia diminta datang sendiri dan saat itu juga tidak tepat.

"Mbaknya bilang hari itu tidak bisa karena harus didampingi suami yang masih kerja. Staf kami menjawab tidak apa-apa jika mau datang besoknya (Jumat) bersama suami. Jadi kurang tepat kalau dibilang harus datang saat itu juga dan sendirian," tutur Ervan.

Ervan mengaku telah berupaya menjalin komunikasi langsung dengan Novrinia dan bahkan menawarkan diri datang ke rumah untuk memfasilitasi dialog secara kekeluargaan, tetapi upaya tersebut belum membuahkan hasil karena Novrinia masih berhalangan dan belum memberikan respons kembali.

Kelurahan Ngaglik berharap kedua pihak dapat kembali berkomunikasi dan duduk bersama dalam mediasi tertulis agar persoalan tidak berlarut-larut serta kerukunan antar-tetangga tetap terjaga.

"Saya sebagai pihak yang netral ingin warga rukun. Kalau perlu nanti ada hitam di atas putih, pelaku mengakui kesalahan dan tidak mengulang lagi. Kami berharap kedua pihak mau berkomunikasi dan bertemu untuk mediasi," tandasnya.