Ketua kelompok kampanye "High School Renewal" itu menyerukan para siswa untuk "terus bergerak" untuk mempertahankan posisi terhadap pemerintah. Dia menyebut Macron bersikap "penuh perhatian", namun pihaknya menunggu usulan lebih lanjut dalam pembicaraan dengan Perdana Menteri (PM) Sebastien Lecornu pada Senin (26/10) mendatang.

Unjuk rasa oleh para siswa sekolah menengah terkait kondisi kegiatan belajar-mengajar, telah memicu gerakan yang kini meluas ke seluruh negeri, yang diperparah oleh kemarahan masyarakat luas akibat meningkatnya biaya hidup.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Prancis, Laurent Nunez, mengatakan bahwa sebanyak 70.000 personel keamanan akan dikerahkan pada Sabtu (24/10) waktu setempat. Dia memperingatkan bahwa seruan untuk melakukan kekerasan dan penjarahan telah beredar di media sosial.

Gelombang unjuk rasa baru diperkirakan akan terjadi di seluruh Prancis pada Sabtu (24/10) waktu setempat. Otoritas Prancis meningkatkan langkah-langkah keamanan dan memberlakukan pembatasan terhadap aksi protes tersebut.

Di wilayah Orleans, antara 20.000-30.000 demonstran diperkirakan akan turun ke jalanan, namun dilarang untuk berkumpul di pusat kota. Di kota Lyon, area pusat kota juga tertutup bagi para demonstran pada akhir pekan ini.

Sedangkan di ibu kota Paris, para demonstran hanya diperbolehkan melakukan aksi melalui rute terbatas antara alun-alun Bastille dan Nation di bagian timur kota.