NADIKABAR.COM — BMKG melaporkan 75 persen wilayah Indonesia masih mengalami musim kemarau pada Dasarian III Oktober 2026, dengan sejumlah wilayah berstatus awas kekeringan.

Bekasi - BMKG melaporkan 75 persen wilayah Indonesia masih mengalami musim kemarau pada Dasarian III Oktober 2026, dengan sejumlah wilayah berstatus awas kekeringan.

Sejumlah warga memanfaatkan air bersih dari sumur pompa di Desa Medalkrisna, Bojongmangu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (27/10/2026).  ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan

Sejumlah warga memanfaatkan air bersih dari sumur pompa di Desa Medalkrisna, Bojongmangu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (27/10/2026).  ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan

Pemanfaatan sumur pompa menjadi salah satu gambaran aktivitas warga di tengah kondisi kemarau yang masih melanda sebagian besar wilayah Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan sekitar 75 persen wilayah Indonesia masih mengalami musim kemarau pada Dasarian III Oktober 2026. Dasarian merupakan periode waktu selama sepuluh hari dalam satu bulan. ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan

Pemanfaatan sumur pompa menjadi salah satu gambaran aktivitas warga di tengah kondisi kemarau yang masih melanda sebagian besar wilayah Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan sekitar 75 persen wilayah Indonesia masih mengalami musim kemarau pada Dasarian III Oktober 2026. Dasarian merupakan periode waktu selama sepuluh hari dalam satu bulan. ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan

BMKG juga menyampaikan adanya wilayah yang masuk dalam status awas dan peringatan kekeringan pada periode tersebut. Kondisi ini menunjukkan bahwa ancaman kekeringan masih perlu diwaspadai meskipun kalender telah memasuki penghujung Oktober. ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan

BMKG juga menyampaikan adanya wilayah yang masuk dalam status awas dan peringatan kekeringan pada periode tersebut. Kondisi ini menunjukkan bahwa ancaman kekeringan masih perlu diwaspadai meskipun kalender telah memasuki penghujung Oktober. ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan