Ia menjelaskan, kondisi cuaca kering dan angin kencang menjadi tantangan bagi petugas dalam mengendalikan kebakaran. Angin yang bertiup kuat membuat api cepat merambat sehingga proses pemadaman belum mampu mengimbangi luasnya penyebaran api.

"Kondisi angin yang bertiup kencang membuat pergerakan api berlangsung cepat, sehingga upaya pemadaman yang dilakukan petugas belum mampu mengimbangi penyebaran kebakaran," katanya.

Dari jenis vegetasi yang terdampak, kebakaran paling banyak melanda kawasan sabana dan hutan kemlandingan, yakni area yang ditumbuhi pohon kemlandingan gunung. Api juga mulai merambah sebagian hutan rimba campuran yang ditumbuhi berbagai jenis pohon, di antaranya bintamin, puspa, dan akasia.