"Tadi saya melihat di beberapa pohon juga masih kelihatan hijau, belum ada abu yang istilahnya berterbangan lah gitu ya. Ya sampai saat ini sih kita belum melihat terkait dengan adanya paparan abu vulkanik," ungkapnya.

Meski kondisi saat ini masih terkendali, pihak pengelola telah menyiapkan skenario jika intensitas hujan abu meningkat. Salah satu langkahnya adalah membatasi aktivitas satwa di area pameran (display) dan mengarahkannya ke kandang dalam.

"Tapi, kemungkinan nih seandainya paparannya lebih kental atau lebih banyak lagi, mungkin ada beberapa perlakuan yang akan kita siapkan. Mungkin ada beberapa satwa yang memang untuk jenis satwa yang di kandang peragakan dan ada kandang malamnya, mungkin tidak dikeluarkan, begitu ya. Jadi mereka mungkin beberapa saat berada di kamar tidur lah atau di holding ya, gitu. Plus makan dan minum juga di sana," jelas Rohmat.

Kendala muncul pada satwa dengan kandang terbuka, seperti buaya, yang sulit untuk direlokasi secara mendadak. Sementara untuk kelompok burung, pengelola berencana memasang pelindung tambahan pada kandang guna meminimalkan masuknya abu.