"Kalau abunya tipis, siram kendaraan dengan air sampai abunya turun. Tapi kalau abu vulkaniknya tebal, jangan langsung dikasih air, nanti jadi seperti semen. Bersihkan dulu pakai sapu, kalau sudah tipis baru disiram," jelasnya.
Abu vulkanik menurut Mirzam ada yang gelap dan terang. Yang gelap silikanya lebih sedikit, ia lebih berat dan tidak bisa terbang jauh seperti di Gunung Semeru. Yang terang silikanya lebih banyak, ia lebih ringan dan bisa terbang jauh seperti di Gunung Anak Krakatau.
"Karena ringan dan ukurannya sangat kecil ia bisa terbawa jauh, masuk ke sela-sela pintu dan ventilasi terbawa angin. Jadi lantai di dalam rumah pun terasa ada debunya," pungkas Mirzam.