"Ini debu di mobil parah banget. Baru nyuci mobil 2 hari lalu padahal, ini tebel banget sih," katanya.

Sejumlah warga yang beraktivitas ke luar rumah juga tampak menggunakan masker untuk menghindari paparan debu vulkanik.

BMKG sebelumnya mengungkap sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. BMKG menyebut abu sampai ke wilayah Lampung hingga sebagian Jakarta.

BMKG memaparkan data sebaran abu vulkanik per pukul 04.00 WIB. BMKG menyebut dua klaster sebaran abu Gunung Anak Krakatau.

"Berdasarkan informasi PVMBG dan VAAC Darwin serta analisis citra RGB Himawari-9 pada 6 September 2026 pukul 04.00 WIB, teridentifkasi dua klaster sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau," tulis BMKG dalam situsnya.