"Tapi prinsip smart kita berpikir kapan pun dan di mana pun, kalian harus punya itu. Ijazah tidak jadi level utama. Tapi ijazah perlu, jangan sampai ada ijazah palsu," ucapnya.

Setelah rapat, Sahroni menjelaskan perkataannya tersebut disampaikan agar mahasiswa tidak hanya pintar dalam ijazah saja. Selain itu, menurut Sahroni mahasiswa jangan sampai menggunakan yang ijazah palsu karena terlalu fokus mengejar ijazah. "Tadi saya memberikan motivasi kepada teman-teman, bukan hanya sebatas pintar dalam ijazah, tapi smart dalam berpikir. Jangan sampai hanya pintar di ijazah, tapi tidak smart, dan jangan sampai ada ijazah palsu. Itu aja tadi yang disampaikan," ucapnya.

Terkait sikap NasDem soal polemik ijazah Wapres Gibran Rakabuming Raka, Sahroni menyebutkan partainya mengikuti mekanisme yang ada. Sahroni mengatakan proses lainnya terkait polemik ijazah ini belum ada.

"Kita ngikutin mekanisme aja. Proses yang lainnya belum ada lagi," tuturnya.