"Tidaklah seorang hamba tertimpa musibah lalu ia membaca apa yang telah diperintahkan oleh Allah, 'Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un, Allahumma'-jurni fi mushibati wa akhlif li khairan minha (Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya kami kembali. Ya Allah, berilah pahala dalam musibahku ini dan gantikanlah untukku dengan yang lebih baik daripadanya) melainkan Allah akan memberinya pahala dalam musibah tersebut dan menggantikannya dengan yang lebih baik." (HR. Muslim)
Disebutkan bahwa ganjaran orang yang bersabar ketika orang yang disayanginya meninggal adalah surga. Abu Hurairah RA berkata, Rasulullah SAW bersabda,
"Allah SWT berfirman, 'Tidakkah orang yang beriman dari hamba-Ku yang bersabar ketika orang yang dicintai di dunia Aku ambil nyawanya kecuali baginya adalah surga.'" (HR. Bukhari)
Riwayat lain juga menyebutkan keutamaan bagi orang yang bersabar atas kehilangan orang yang dicintainya. Dari Abu Musa al-Asy'ari, Rasulullah SAW bersabda,
"Jika anak Adam meninggal dunia, Allah berfirman kepada Malaikat, 'Engkau telah mengambil nyawa anak hamba-Ku?!' Malaikat menjawab, 'Iya.' Allah berfirman kepadanya, 'Engkau telah mencabut nyawa buah hatinya?!' Malaikat menjawab, 'Iya.' Allah SWT berfirman, 'Lantas apa yang ia ucapkan?' Malaikat menjawab, 'Ia memuji-Mu dan membaca Innalillahi wa inna ilaihi raji'un.' Allah SWT lantas berfirman, 'Bangunkan untuk hamba-Ku sebuah gedung di surga dan berilah nama dengan Baitul Hamd (gedung pujian).'" (HR. Tirmidzi)
Ayat dan hadits tersebut menunjukkan keutamaan mengucapkan kalimat tarji' saat tertimpa musibah. Orang yang bersabar dan mengucapkannya mendapat rahmat, petunjuk, serta pahala dari Allah SWT.