NADIKABAR.COM — Real Madrid terbang ke Yunani membawa wibawa raja yang kembali bertenaga. Di bawah komando Jose Mourinho, El Real bersiap menantang AEK Athens pada matchday keempat Liga Champions di OPAP Arena, Kamis (5/11) dini hari WIB.

Sempat tampil angin-anginan pada awal musim, mesin permainan Madrid kini melaju tanpa cela. Enam kemenangan beruntun di semua ajang jadi bukti sahih betapa dinginnya pragmatisme ala The Special One.

Puncak pamer kekuatan itu terjadi saat menumbangkan Barcelona di Camp Nou dalam duel El Clasico. Kemenangan 2-1 melambungkan mentalitas skuad Los Blancos hingga menempel ketat papan atas La Liga.

Di panggung Eropa, keperkasaan Madrid bahkan belum tergores sedikit pun. Tiga laga awal disapu bersih dengan kemenangan meyakinkan atas Inter Milan, AS Roma, dan RB Leipzig.

Mengemas sembilan poin sempurna dengan selisih gol plus lima, Los Merengues bertengger di peringkat keempat klasemen fase liga. Madrid sejajar dengan barisan raksasa lain seperti Liverpool dan PSG.

Perjalanan ke Athens juga menyimpan riak emosional di dalam pesawat tim. Mourinho terbang bersama Alvaro Lopez, mantan anak asuhnya pada 2012 yang kini menukangi skuad muda Real Madrid U-19.

Rivalitas indah antara guru dan murid itu kini melahirkan standar kesempurnaan baru di Valdebebas. Jika Mourinho menguasai Eropa di tingkat senior, Lopez memimpin takhta Youth League dengan rekor kemenangan 92 persen.

Namun di tengah harmoni dan laju ngacir Real Madrid, ada satu nama yang justru meraba kegelapan. Vinicius Junior kini berada dalam posisi tersudut sepanjang kariernya di Bernabeu.

Hukuman sanksi empat pertandingan di La Liga akibat kartu merah konyol lawan Villarreal menjadi petaka. Vini terpaksa mangkir dari panggung domestik dan kehilangan tempat di lini depan.