Resistensi insulin juga bisa membuat pembuluh darah menjadi kaku dan kurang mampu mengatur tekanan, sehingga semakin merusak jaringan ginjal.
Rasa asin menjadi daya tarik bagi daging merah olahan. Namun, konsumsi natrium yang berlebihan dari makanan ini dapat berdampak buruk bagi ginjal.
Asupan natrium yang tinggi meningkatkan konsentrasi zat terlarut dalam darah, memaksa unit penyaring kecil ginjal (nefron) untuk bekerja lebih keras dalam menghilangkan kelebihan cairan dan menjaga keseimbangan.
"Seiring waktu, tekanan ini mengurangi efisiensi penyaringan, menyebabkan penurunan eGFR, penanda laboratorium yang digunakan untuk mengukur fungsi ginjal," kata Jessica.
Kadar natrium yang tinggi juga bisa meningkatkan tekanan darah atau hipertensi. Kondisi ini merupakan salah satu pendorong terkuat kerusakan ginjal dan perkembangan penyakit ginjal kronis.
Nitrat dan nitrit merupakan zat pengawet yang digunakan dalam pengolahan daging merah. Zat ini bisa menghasilkan senyawa berbahaya yang membebani ginjal.
Ketika nitrat dan nitrit berinteraksi dengan zat besi heme serta proses memasak dengan suhu tinggi, seperti yang umum terjadi pada daging merah olahan, senyawa tersebut dapat membentuk nitrosamin.