"Kalau airnya tersedia, mari kita manfaatkan lahan ini sebaik-baiknya. Pemerintah akan terus berupaya agar kebutuhan air untuk pertanian bisa makin baik," ucap Gus Par.

Subak Abian Samuh memiliki lahan pertanian sekitar 20 hektare yang digarap oleh 45 kepala keluarga (KK). Sejak tersedianya air, petani kini memiliki peluang untuk meningkatkan frekuensi tanam sekaligus mengembangkan komoditas yang sesuai dengan kondisi lahan.

Panen bawang di tengah musim kemarau ini pun menjadi bukti awal bahwa ketersediaan air dapat membuat lahan pertanian tetap produktif sepanjang tahun.