Pengembangan energi surya juga perlu didukung dengan sistem penyimpanan energi (battery energy storage system) agar pasokan listrik dapat dimanfaatkan secara lebih optimal sesuai kebutuhan.
Di sisi lain, perluasan akses pasar internasional tetap menjadi bagian penting dalam strategi pertumbuhan ekonomi. Pemerintah terus memperkuat kerja sama perdagangan untuk meningkatkan daya saing dan memperluas peluang ekspor produk Indonesia, termasuk melalui perjanjian perdagangan dengan Uni Eropa, Australia, Kanada, Korea Selatan, dan Swiss, guna memperluas akses pasar serta meningkatkan daya saing dan ekspor produk Indonesia.
Berbagai perjanjian tersebut akan membuka peluang peningkatan ekspor berbagai produk unggulan, termasuk minyak kelapa sawit, alas kaki, kopi, furnitur, serta produk pertanian dan perikanan.
"Anak-anak muda ini menjadi digital literate dibandingkan dengan eyang dan buyut-buyutnya, jadi ini adalah the next economy yang harus kita kuasai. Kita mendorong artificial intelligence, semi-conductor, dan talenta digital karena kebutuhan kerja akan berbeda dengan mereka yang bekerja di sektor industri padat karya dan di sektor industri padat modal," jelas Airlangga.
Dalam kesempatan tersebut, Airlangga juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bergotong royong dalam memperluas akses pendidikan bagi mahasiswa yang membutuhkan.
Pada 2026, dukungan Dewan Penyantun Pendidikan menjangkau 531 mahasiswa selama empat tahun masa perkuliahan, dimana jumlah tersebut meningkat dibandingkan 376 mahasiswa pada 2024 dan 506 mahasiswa pada 2025.
Hal ini menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung keberlanjutan pendidikan dan membuka kesempatan yang lebih luas bagi mahasiswa untuk menyelesaikan pendidikannya.
"Penyampaian informasi bagi masyarakat semacam ini, termasuk civitas akademika jadi upaya Pemerintah untuk mendorong pemahaman dan keterlibatan masyarakat dalam mengawal agenda pembangunan. Tadi juga Bapak Menko Airlangga berpesan agar mahasiswa ini terus menguasai keilmuan utama, terus belajar, lifelong learning, meningkatkan literasi digital, pengolahan data, serta pemanfaatan AI," imbuh Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut diantaranya yakni Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital, Rektor beserta jajaran, Majelis Wali Amanat, dan Dewan Penyantun Pendidikan Universitas Negeri Semarang.