(1) Ketua Umum dipilih secara langsung oleh peserta muktamar melalui musyawarah mufakat
(2) Dalam hal musyawarah mufakat sebagaimana dimaksud pada angka (1) tidak tercapai,maka ketua umum dipilih oleh Ahlul Halli wal 'Aqdi
(3) Calai ketua umum sebagaimana dimaksud pada angka (2) dijaring melalui pemungutan suara oleh peserta muktamar dengan memilih sebanyak-banyaknya 5 calon yang memenuhi syarat.
(4) Hasil pemilihan sebagaimana dimaksud pada angka (3) diambil 5 besar untuk menjadi calon ketua umum dan diserahkan kepada Ahlul Halli wal 'Aqdi.
(5) Calon ketua umum sebagaimana dimaksud pada angka (4) dipilih oleh Ahlul Halli wal 'Aqdi setelah menyampaikan kesediaan secara lisan/tertulis dan mendapat persetujuan dari Rais Aam terpilih.