NADIKABAR.COM — Percekcokan masalah pengairan sawah di Sragen, berujung tragedi penusukan. Tragisnya, aksi pembunuhan yang dilakukan oleh Satriawan (36) itu dilakukan di depan ibunya sendiri.

"Jadi memang TKP-nya di depan rumahnya dan ya ada saksi yang melihat gitu, salah satunya ibu si pelaku," kata Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indiyasari saat dihubungi wartawan, Minggu (13/9/2026).

Peristiwa itu terjadi di jalan Dukuh Masaran, Desa Masaran, Kecamatan Masaran, Sragen, Minggu (13/9) saat subuh. Pelaku nekat menusuk tetangganya, Sadimin (68) hingga tewas usai cekcok mengenai pengairan di sawah.

Dewiana mengatakan kejadian itu dipicu oleh perselisihan pembagian air sawah yang terjadi beberapa hari sebelumnya. Pelaku mengaku tersulut emosi dan merasa terancam oleh kata-kata korban saat bercekcok, hingga membuatnya tidak bisa tidur semalaman.

"Pelaku merasa terancam hingga semalaman tidak bisa tidur karena kepikiran ucapan korban, gara-gara air kok sampai 'arep macul ndasku' gitu istilahnya," jelas Dewiana.

Dendam yang dipendam semalaman itu akhirnya dilampiaskan saat subuh. Pelaku yang melihat korban sedang melintas di depan rumahnya untuk jalan pagi langsung tersulut emosi. Tanpa berpikir panjang, pelaku mengambil sebilah pisau, mengejar, dan langsung menusuk leher korban.

"Terus begitu paginya dia lihat si korban ini lewat di depan rumahnya, langsung dia spontan langsung ini, langsung mengejar si korban, langsung melakukan penusukan itu, luka tusuk di kalau gak salah itu leher ya," jelasnya.

Usai melancarkan aksinya di hadapan sang ibu, pelaku sempat menyembunyikan barang bukti dengan menancapkan pisau beserta selongsongnya ke batang pohon pisang di depan rumah.

"Untuk saat ini alat yang digunakan oleh pelaku termasuk selongsongnya itu sudah diamankan. Dia taruh, dia tusukkan di batangnya pohon pisang di depan rumah pelaku," lanjut Dewiana.

Saat ini Satriawan beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Sragen untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

"Pelaku diamankan di Mapolres Sragen, barang bukti pisau juga sudah diamankan," terangnya.

Sebelumnya, Warga Dukuh Masaran, Desa Masaran, Sragen digegerkan dengan pembunuhan salah satu warga. Seorang lansia bernama Sadimin (68) ditemukan tewas di jalan kampung setelah ditusuk oleh tetangganya sendiri di bagian leher.

Dari pantauan NadiKabar, lokasi pembunuhan tidak jauh dari rumah pelaku. Korban diketahui pertama oleh Badri pada Minggu (13/9) subuh.

Badri mengaku awalnya curiga karena ada suara teriakan dari depan rumah. Saat keluar rumah, ia melihat Sadimin sudah tergeletak di jalan.

"Saat kejadian, saya masih di dalam kamar. Tiba-tiba istri saya berteriak dari luar. Biasanya kalau ada yang berteriak pagi-pagi begitu, ada kabar orang meninggal. Saya langsung keluar dan melihat ada orang yang tergeletak di tengah jalan, pas subuh tadi," kata Badri saat ditemui wartawan di lokasi kejadian, Minggu (13/9/2026).

Badri melihat kondisi korban yang penuh lumuran darah dengan kondisi miring. Melihat itu, Badri langsung meminta bantuan warga sekitar.

"Pas dipegang lagi, nadinya sudah tidak berdenyut. Korban sudah meninggal dunia. Setelah itu, jenazah kami geser ke tepi jalan supaya tidak mengganggu akses jalan," ungkapnya.