Berdasarkan hasil pengamatan visual, gunung api terpantau jelas hingga tertutup kabut tebal. Asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang, dengan ketinggian sekitar 50–200 meter di atas puncak.

Selama periode 1–15 Oktober 2026, tidak terekam gempa letusan maupun gempa guguran. Kondisi tersebut melanjutkan periode sebelumnya yang juga tidak mencatat kejadian erupsi. Erupsi terakhir Gunung Lewotobi Laki-laki tercatat pada 31 Agustus 2026.

Data deformasi hingga 15 Oktober 2026 juga belum menunjukkan indikasi inflasi atau peningkatan tekanan magmatik secara menyeluruh. Alat tiltmeter di Nurabelen relatif stabil, sedangkan data Global Navigation Satellite System (GNSS) masih memperlihatkan perubahan horizontal yang memerlukan evaluasi lebih lanjut.