Di Stasiun Jatinegara, jumlah perjalanan KA jarak jauh yang melayani pemberhentian meningkat dari 94 menjadi 96 perjalanan. Tambahan tersebut berasal dari KA Cakrabuana nomor 123 relasi Cirebon–Gambir dan KA Gumarang nomor 178 relasi Pasar Senen–Surabaya Pasarturi.

Anne menegaskan bahwa penambahan pemberhentian tersebut berlaku pada perjalanan tertentu sebagaimana tercantum dalam GAPEKA 2026.

“Dengan adanya tambahan pilihan pemberhentian, masyarakat dapat menyesuaikan lokasi keberangkatan atau kedatangan dengan kebutuhan perjalanan masing-masing. Bagi sebagian pelanggan, hal ini dapat memberikan alternatif untuk mengakses perjalanan antarkota tanpa harus selalu memilih stasiun utama di pusat Jakarta,” ujar Anne.

Penambahan pilihan perjalanan antarkota di Bekasi, Cikarang, dan Jatinegara juga sejalan dengan pertumbuhan mobilitas KAI Group secara keseluruhan.

Sepanjang Januari–Oktober 2026, KAI Group telah melayani 442.529.105 pelanggan, meningkat 6,86 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebanyak 414.116.947 pelanggan.

Pada layanan KA jarak jauh dan lokal KAI, jumlah pelanggan mencapai 49.932.766, meningkat 8,99 persen dari 45.814.275 pelanggan pada Januari–Oktober 2025.

Menurut Anne, pertumbuhan mobilitas tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam penataan akses, pengembangan kapasitas, dan penyesuaian layanan kereta api pada masa mendatang.

KAI akan terus mengevaluasi perkembangan kebutuhan perjalanan di kawasan metropolitan serta keterhubungan layanan perkotaan dan antarkota untuk memberikan pilihan transportasi yang semakin relevan bagi masyarakat.

“Perkembangan wilayah perlu diikuti dengan pilihan transportasi yang sesuai dengan aktivitas penduduknya. Melalui penambahan pemberhentian dalam GAPEKA 2026, kami ingin masyarakat di Bekasi, Cikarang, dan kawasan sekitarnya memiliki lebih banyak pilihan untuk terhubung dengan berbagai kota di Jawa menggunakan kereta api,” tutup Anne.