"Selanjutnya kami akan pantau terus perkembangannya secara harian," ucapnya.
Ia menegaskan penyesuaian pasokan tersebut hanya berlaku untuk Singapura, bukan negara lain. Menurutnya, hal itu berkaitan dengan jalur pipa yang menghubungkan Indonesia dengan negara tersebut.
"Enggak ada (pemangkasan ke negara lain), pipanya kan ke Singapura saja," kata Djoko saat ditemui di sela acara Subroto Awards 2026 Kementerian ESDM di Jakarta, Jumat (23/10) malam.
Rencana pengurangan ekspor gas ke negara tetangga sebelumnya disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia pada Rabu (21/10).
Saat itu, ia mengatakan pemerintah mempertimbangkan penghentian atau tidak memperpanjang kontrak ekspor gas dengan negara tetangga agar kebutuhan energi domestik dapat terpenuhi.
Bahlil mengaitkan rencana tersebut dengan dinamika geopolitik global dan arahan Presiden Prabowo Subianto agar pemerintah menjaga ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian global.
Pemerintah perlu mengutamakan kebutuhan dalam negeri sebelum memutuskan kelanjutan kontrak ekspor gas ke negara tetangga.
"Jadi kalau negara lain ada pandangan lain untuk kita, hati-hati. Saya juga mungkin memikirkan untuk gas saya tidak perpanjang untuk ekspor ke negara tetangga karena harus survival kan, harus penuhi kebutuhan dalam negeri," kata Bahlil usai Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Rabu (21/10).