Tatang menekankan bahwa kompetensi teknis saja tidak cukup. Misi utama para guru ini adalah mempelajari "budaya industri" Jerman, terutama mengenai kedisiplinan dan profesionalisme.
" Nanti dengan mereka kembali dan bisa mengajar lebih baik dengan praktik lebih baik, maka lulusan juga akan memiliki kompetensi yang mendekati standar yang ada di industri-industri tadi dan juga di perguruan tinggi yangmemiliki vokasi khusus, yaitu di Jerman," imbuhnya.
Pemerintah telah menyiapkan sistem agar dampak dari magang ini bersifat berkelanjutan. Sekembalinya ke tanah air, para peserta diwajibkan berbagi pengalaman kepada guru-guru bidang keahlian lainnya di seluruh Indonesia.
"Jadi Ibu Bapak guru tuh bekerja, sehingga mereka tahu betul bahwa budaya industri itu harus begini gitu ya. Jadi bahwa di negara yang sebebas Jerman pun kedisiplinan, profesional," kata Tatang