"Tidak ada penjelasan. Tidak ada yang bisa saya katakan, terutama soal babak pertama. Saya tidak ingat pernah ada babak pertama seperti ini sebelumnya. Ini soal ambisi, konsentrasi, dan keinginan. Kami membuang peluang dan hadiah bodoh kepada lawan. Kami tidak siap bermain sepak bola malam ini," ujar Amorim kepada Sky Sports seperti dikutip Sempremilan.com.

Pelatih asal Portugal itu juga menilai Milan gagal mengalihkan fokus setelah memenangi laga Derby atas Inter Milan di Serie A. Ia mengatakan bahwa mengenakan seragam Milan berarti membawa tanggung jawab besar, sehingga pemain tidak seharusnya tampil tanpa persiapan seperti yang terlihat saat menghadapi Ferencvaros.

"Sangat sulit menjelaskannya. Kami tidak siap beralih dari pertandingan derby ke kompetisi yang berbeda. ketika bermain untuk Milan, ada tanggung jawab yang harus dijalankan dan kalian tidak bisa tampil seperti itu. Saya juga mungkin tidak berhasil memastikan tim turun ke lapangan dengan kesiapan yang tepat," kata Amorim.

Amorim turut menanggapi penilaian Koni De Winter yang menyebut persoalan Milan berkaitan dengan aspek psikologis. Ia mengakui timnya belum mampu bersaing secara konsisten di dua kompetisi sekaligus dan meminta para pemain mengevaluasi cara mereka mempersiapkan pertandingan.