NADIKABAR.COM — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan terdapat 13 tersangka dalam delapan kasus dugaan penyimpangan beras fortifikasi yang melibatkan 15 merek.

Kementan juga telah menerima 271 laporan pengaduan terkait berbagai dugaan pelanggaran di sektor pertanian.

"Ini ada 15 merek fortifikasi, yang tersangka 13 dalam delapan kasus," kata Amran dalam dalam konferensi pers di kediamannya, Jakarta Selatan, Minggu (8/11).

Adapun dari total 271 laporan pengaduan yang masuk selama periode 30 Oktober hingga 5 November 2026, sebanyak 74 laporan berkaitan dengan beras atau 27,31 persen.

Selain itu, terdapat 64 laporan terkait pupuk, 25 laporan mengenai alat dan mesin pertanian (alsintan), dua laporan terkait cetak sawah, serta 106 laporan dalam kategori lainnya.