Menurut dia, pengenalan berbagai bidang tersebut dapat memperluas keterampilan serta membuka pilihan profesi bagi generasi muda di tengah perkembangan ekonomi dan kebutuhan lapangan kerja.
Ia juga menilai minat anak terhadap permainan digital atau gim dapat diarahkan menjadi keterampilan produktif, termasuk peluang berkarya dan menghasilkan pendapatan, sepanjang mendapat pendampingan yang tepat dari orang tua.
Ia berharap, pengembangan 157 desa kreatif dapat menghubungkan potensi masyarakat, lembaga pendidikan, pelaku UMKM, dan sektor pariwisata sehingga aktivitas ekonomi kreatif mampu membuka peluang usaha serta memperluas sumber pendapatan masyarakat di Kabupaten Trenggalek.