NADIKABAR.COM — Komitmen meningkatkan akses pendidikan tinggi dan mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul di Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau, mulai diwujudkan melalui kehadiran Politeknik Mulia Rokan. Pendirian perguruan tinggi vokasi tersebut mendapat dukungan Anggota DPR RI Komisi X Fraksi Golkar Daerah Pemilihan Riau, Karmila Sari.
Kehadiran Politeknik Mulia Rokan menjadi langkah strategis untuk memperluas kesempatan generasi muda melanjutkan pendidikan tinggi tanpa harus meninggalkan daerah asal. Perguruan tinggi ini juga diproyeksikan menyiapkan tenaga kerja terampil yang sesuai dengan kebutuhan industri unggulan Rokan Hilir, terutama sektor perkebunan kelapa sawit dan minyak dan gas bumi (migas).
Komitmen tersebut ditandai dengan peresmian Politeknik Mulia Rokan oleh Bupati Rokan Hilir, Bistamam sekaligus peletakan batu pertama pembangunan gedung kampus permanen di kawasan Ujung Tanjung, Kabupaten Rokan Hilir, Rabu (4/11).
Karmila Sari menegaskan bahwa pendirian Politeknik Mulia Rokan merupakan ikhtiar bersama yang mulai dipersiapkan sejak pertengahan 2025. Menurutnya, keberadaan perguruan tinggi vokasi ini bukan hanya milik yayasan atau pemerintah, melainkan milik seluruh masyarakat Rokan Hilir.
"Kita berterima kasih kepada seluruh pihak yang hadir dan mendukung langkah ini. Politeknik Mulia Rokan merupakan sesuatu yang kita mulai bersama. Ini adalah milik kita bersama dan harus kita besarkan bersama," ujar Karmila Sari dalam keterangannya, Rabu (4/11/2026).
Ia menjelaskan salah satu persoalan yang masih dihadapi masyarakat adalah keterbatasan akses untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Faktor pembiayaan, jarak perguruan tinggi, serta lingkungan yang belum sepenuhnya mendorong anak-anak melanjutkan kuliah menjadi tantangan yang perlu dicarikan solusi.
Karena itu, menurut Karmila, keberadaan Politeknik Mulia Rokan di kawasan Ujung Tanjung diharapkan menjadi jawaban atas kebutuhan tersebut.
Dengan lokasi yang berada di jalur lintas, kampus ini diharapkan semakin mudah dijangkau masyarakat Rokan Hilir maupun daerah sekitarnya.
"Kita ingin anak-anak generasi bangsa memiliki kesempatan lebih besar untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Jangan sampai keterbatasan biaya dan jarak menjadi penghalang untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik," katanya.
Karmila Sari juga menekankan pentingnya membangun budaya baru di tengah masyarakat, terutama budaya disiplin, berpikir positif, tanggung jawab, serta kemampuan menata masa depan dan karier.
Menurutnya, pendidikan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang memiliki ijazah. Perguruan tinggi harus mampu membentuk karakter, meningkatkan keterampilan, dan mempersiapkan mahasiswa menghadapi persaingan dunia kerja.
Pada tahap awal, Politeknik Mulia Rokan telah memperoleh izin operasional dengan tiga program studi yang disetujui, yakni Teknologi Produksi Tanaman Perkebunan dan Teknologi Komunikasi Digital sebagaimana disampaikan pihak yayasan terkait program awal pendiriannya. Rencana pengembangan program studi berikutnya diarahkan pada bidang yang berkaitan dengan potensi industri daerah, termasuk pengolahan minyak.
Lebih lanjut, Karmila Sari menilai, pilihan pendidikan vokasi tersebut tepat karena Rokan Hilir memiliki potensi besar di sektor perkebunan kelapa sawit dan migas.
Ia mengungkapkan bahwa persiapan pendirian politeknik juga dilakukan melalui penjajakan dan kunjungan ke sejumlah lembaga pendidikan serta institusi yang memiliki kompetensi di bidang perkebunan dan migas, termasuk INSTIPER, SKK Migas, dan Lemigas.
Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat kualitas pendidikan, membangun kolaborasi, serta memastikan pembelajaran tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga praktik dan sertifikasi kompetensi.
"Kami tidak ingin politeknik ini berkembang sendiri. Kita ingin berkolaborasi dengan lembaga dan perguruan tinggi yang sudah lebih dahulu memiliki pengalaman dan keahlian. Dengan begitu, mahasiswa mendapatkan pengetahuan, pengalaman praktik, dan sertifikasi yang dibutuhkan perusahaan," jelasnya.