"Kami akan membantu Kepolisian Victoria dengan segala cara yang kami bisa."

Mereka mengatakan kejadian pada hari Senin itu "memilukan dan sulit dipahami."

Helen dilaporkan masih dalam kondisi kritis di rumah sakit The Alfred, Melbourne.

Staf kesehatan akan menyampaikan informasi terkini mengenai kondisinya sore ini (23/10).

Rabu lalu (21/10), suaminya, Phil Haines, mengatakan pemulihan istrinya akan berlangsung lama dan sulit.

"Namun, kami tahu ia adalah pejuang. Ia pribadi yang bertekad kuat untuk melakukan yang terbaik, dengan dukungan dan kasih sayang kami, agar bisa pulih kembali," ujarnya.

Insiden yang menimpa Helen memicu perdebatan tentang kekerasan di kalangan politisi Australia.

Jumlah ancaman terhadap anggota parlemen meningkat empat kali lipat sejak tahun 2020.

Menurut AFP, dalam satu tahun terakhir, 41 orang telah didakwa melakukan tindak pidana terkait ancaman terhadap anggota parlemen.

Ancaman terhadap para kandidat selama pemilihan umum 2025 juga tercatat 17 persen lebih tinggi dibandingkan masa kampanye sebelumnya.

Peneliti Lowy Institute, Lydia Khalil, mengatakan serangan terhadap Helen merupakan peristiwa yang "sangat tragis namun tidak mengejutkan", mengingat iklim politik saat ini di Australia.

Menurut Lydia, misinformasi dan runtuhnya kepercayaan yang "mengkhawatirkan" memicu kritik tajam terhadap kepemimpinan.