"Pengerjaan normalisasi mendapat dukungan dari berbagai pihak. Salah satunya berupa bantuan alat berat ekskavator dari PT Wilmar. Dukungan juga datang dari kalangan pengusaha, pemerintah, serta anggota dewan," ujar Maksum, dalam keterangannya, Jumat (30/10/2026).

Menurutnya, normalisasi diperlukan untuk mengatasi persoalan alur sungai yang menjadi dangkal dan sempit. Hal ini berdampak pada kapasitas tampung air saat hujan dengan intensitas tinggi.