Imbauan ini juga mempertimbangkan meningkatnya insiden Karhutla yang telah merambah kawasan hutan pegunungan strategis, termasuk Gunung Lawu dan Gunung Sumbing.

Kondisi tersebut dinilai dapat mengancam keselamatan pendaki, kelestarian ekosistem hutan lindung dan konservasi, serta kualitas lingkungan hidup. Terlebih saat kebakaran terjadi di Gunung Sumbing, sebanyak 152 pendaki berada di kawasan tersebut sehingga harus dievakuasi.

"Kejadian kebakaran di Gunung Lawu dan Gunung sebagaimana yang disampaikan Bapak Kapolda indikasinya karena human error. Mengingat kejadian itu, kami berkoordinasi dengan Polda Jateng untuk menutup semua jalur pendakian yang ada di Jawa Tengah. Demikian kami maksudkan untuk mengeliminasi apabila hal-hal yang tidak diinginkan," jelas Heru.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan dua helikopter dari TNI disiapkan untuk mendukung operasi pemadaman karhutla di kawasan Gunung Lawu dan Gunung Sumbing melalui udara oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Penanganan kebakaran di dua gunung tersebut telah ditingkatkan menyusul penetapan status tanggap darurat.

"Bupati sudah koordinasi dengan kita. Sudah ditingkatkan menjadi tanggap bencana. Juga ada dua heli dari TNI yang nanti operasional oleh BNPB. Kalau bisa water bombing di Lawu kita geser ke Sumbing. Sehingga dua tempat ini bisa kita atasi bersama-sama," pungkasnya. (ega/ega)