"Saya kurang lebih 30 menit sudah antre di sini. Biasa maki antre panjang na tidak dapatki. Jadi kalau ada momentum mending pergi memang mi diisi," katanya.

Menurutnya kelangkaan BBM subsidi di Palopo karena banyaknya pelangsir. Dia pun rela ikut mengantre karena harga pertamax jauh lebih mahal.

"Kita di sini di Palopo, banyak sekali pelangsir, na itumi yang bikin langkah sekali BBM," bebernya.

"Yang bikin panik sebenarnya karena cemas ki secara ekonomi, orang sekarang antre itu pertalite banyak karena pertamax mahal sekali mi sekarang Rp 16.300. Jadi bukan panik tidak kebagian BBM, kita ini panik tidak dapat yang murah," lanjutnya.