Patah hati juga bisa membuat daya tahan tubuh menjadi lemah. Seseorang akan lebih mudah untuk jatuh sakit karena rentan terkena virus dan infeksi. Stres yang berlangsung lama juga menjadi penyebabnya.

Rasa sedih setelah berpisah juga berpengaruh pada respons tubuh. Salah satunya berupa perubahan aktivitas psikomotor yang dapat membuat seseorang menjadi gelisah, sulit diam, dan berbicara lebih cepat atau lambat dari biasanya.

Gejala fisik tersebut bisa memiliki dampak lebih lanjut seperti rambut yang mudah rontok, perubahan berat badan, dan hormon dopamin yang mempengaruhi suasana hati seseorang.

Melansir dari Healthline, seseorang yang baru patah hati memperlihatkan aktivitas otak yang sama terhadap rasa sakit fisik ketika diperlihatkan foto mantan pasangan. Menurut para ahli, perasaan dari penolakan serta rasa sakit fisik dan emosional diproses di lokasi otak yang sama.

Hal ini mungkin saja terjadi karena saraf simpatik dan parasimpatik aktif seiringan. Aktifnya kedua saraf tersebut bisa menyebabkan tubuh terasa tidak nyaman bahkan dapat menimbulkan nyeri dada.