BMKG menerangkan bahwa mayoritas wilayah di Indonesia telah mengalami puncak kemarau pada Agustus 2026. Namun, banyak wilayah diprediksi akan mengalami kemarau sampai Oktober-November 2026.
Potensi kemarau yang panjang disebabkan oleh pengaruh El Niño.
"BMKG memprediksi fenomena El Niño akan terus bertahan hingga awal tahun 2027 dengan peluang intensitas mencapai kategori moderat sebesar 98 persen dan kategori kuat sebesar 62 persen, namun demikian dampaknya untuk wilayah Indonesia ketika bertemu periode musim kemarau hingga pertengahan bulan Oktober," papar Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan.